Selasa, 29 Oktober 2013
Jumat, 19 Juli 2013
REVIEW JURNAL
REVIEW JURNAL
ANALISIS LOGAM-LOGAM TRANSISI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA-SENYAWA KIMIA PADA BATU MERAH DI DESA TAJUN DAN SEKITARNYA
I Wayan
Karyasa dan I Made Kirna
Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA
Undiksha
Jurnal
Analisis Logam-Logam Transisi Dan Identifikasi Senyawa-Senyawa Kimia Pada
Batu Merah Di Desa Tajun Dan Sekitarnya bertujuan untuk menganalisis kadar logam-logam transisi yaitu Fe,
Co, Ni, Ci, Mn, Cr dan Ti yang terdapat dalam batu merah dengan variasi warna
merah tanah, merah darah, merah kehitaman dan hitam, kemudian menjelaskan
kenapa terjadi perbedaan kadar logam-logam transisi pada variansi warna
tersebut dan dihubungkan keterkaitan dengan variasi warna yang ada. Lalu untuk
mengidentifikasi warna pada senyawa-senyawa kimia yang terdapat pada batu merah
bervariasi warna tersebut dan menjelaskan keterkaitan antara keberadaan
senyawa-senyawa kimia dalam batu merah dengan variasi warna yang dimilikinya.
I.
Pendahuluan
Hal yang melatarbelakangi penelitian ini
adalah kemungkinan batu merah di daerah Desa Tajun yang biasanya hanya
digunakan sebagai bahan bangunan dapat digunakan sebagai pigmen anorganik
alami.
Senin, 01 Juli 2013
Rabu, 26 Juni 2013
Kenapa Sih Banyak Mahasiswa Jadi Pelupa?
Hari ini, aku memulai hidup dengan bangun pagi-pagi, mandi pagi-pagi, walaupun kuliahku, tepatnya ujianku masih jam 10.20, :) sregep pisan-pisan lah..
Trus niatnya ngerjain tugas kelompok sambil nunggu waktu yang masih lama banget,.
pas jam 09.00 tuh, aku keluar ngambil maeman yang dibeliin Eko... lhah, Hape ku ketinggalan di atas motor temenku di parkiran kos.. beberapa menit kemudian, aku cek lagi, udah ilang Hape ku.. T.T galaaaauuuu Hapeku ilang kemana...
-.-
Trus niatnya ngerjain tugas kelompok sambil nunggu waktu yang masih lama banget,.
pas jam 09.00 tuh, aku keluar ngambil maeman yang dibeliin Eko... lhah, Hape ku ketinggalan di atas motor temenku di parkiran kos.. beberapa menit kemudian, aku cek lagi, udah ilang Hape ku.. T.T galaaaauuuu Hapeku ilang kemana...
-.-
Selasa, 11 Juni 2013
My Father and My Special One
Kamu tidak harus mengikuti orang lain..
Bisa jadi dirimu sendiri, dan hal yang baik dari orang lain bisa kamu ikuti..
Ketika ada sesuatu yang berjalan timpang, atau berat sebelah,.
Pertimbangkanlah apakah berat sebelah yang kau sangga itu sebanding dengan apa yang kau dapatkan,
Jikalau malah menghancurkan yang lainnya, mengganggu dirimu..
Hal itu harusnya bisa dibagi dengan yang lainnya..
Dalam kelompok, tujuan adanya
Bisa jadi dirimu sendiri, dan hal yang baik dari orang lain bisa kamu ikuti..
Ketika ada sesuatu yang berjalan timpang, atau berat sebelah,.
Pertimbangkanlah apakah berat sebelah yang kau sangga itu sebanding dengan apa yang kau dapatkan,
Jikalau malah menghancurkan yang lainnya, mengganggu dirimu..
Hal itu harusnya bisa dibagi dengan yang lainnya..
Dalam kelompok, tujuan adanya
Rabu, 05 Juni 2013
Perubahan
Memandangmu yang selalu melogikakan sesuatu..
Kadang semua tingkahku, tak mampu pula untuk ku artikan maksut dan tujuannya,
Kadang aku ingin bernyanyi, kadang merenung, kadang semaunya sendiri..
Aku wanita,
Dan aku tak
Kadang semua tingkahku, tak mampu pula untuk ku artikan maksut dan tujuannya,
Kadang aku ingin bernyanyi, kadang merenung, kadang semaunya sendiri..
Aku wanita,
Dan aku tak
Jumat, 31 Mei 2013
Makalah Manajemen Kurikulum
MAKALAH
TUGAS
KULIAH PROFESI KEPENDIDIKAN
MANAJEMEN KURIKULUM
Disusun
Oleh :
Diana
Muslichatun
K3311020
Pendidikan
Kimia A
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Esa karena berkat
limpahan rahmat dan karunia-Nya Penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah
ini dengan judul berbagai macam metode pembelajaran.
Makalah ini secara khusus disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Profesi
Kependidikan pada Semester IV tahun 2013. Makalah ini dapat terselesaikan
berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini
penulis menyampaikan terimakasih pada seluruh pihak yang telah membantu penyusunan
makalah ini.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan, kekeliruan dan kesalahan
yang terdapat pada makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat
membangun penulis harapkan dapat disampaikan kepada penulis.
Surakarta,
16 Mei 2013
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............. i
KATA PENGANTAR ........... ii
DAFTAR ISI .................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang .... 1
B.
Rumusan Masalah ...... 2
C.
Manfaat Penulisan ........ 2
D.
Metode Penulisan ....... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Manajemen
Kurikulum ... 3
B.
Tujuan Manajemen Kurikulum ..... 5
C.
Fungsi Manajemen Kurikulum ...... 7
D.
Prinsip-prinsip Manajemen
Kurikulum ..... 11
E.
Ruang Lingkup Manajemen
Kurikulum ..... 14
F.
Proses Manajemen Kurikulum ....... 16
G.
Faktor Pendukung dan Penghambat Proses
Manajemen Kurikulum ... 22
H.
Hubungan Teori Pendidikan dan Kurikulum .... 23
BAB III PENUTUP
Simpulan ........... 25
CATATAN KAKI ............... iv
DAFTAR PUSTAKA .......... v
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kurikulum
adalah suatu sistem yang mempunyai komponen-komponen yang saling berkaitan erat
dan menunjang satu sama lain. Komponen-komponen kurikulum tersebut terdiri dari
tujuan, materi pembelajaran, metode, dan evaluasi. Dalam bentuk sistem ini
kurikulum akan berjalan menuju suatu tujuan pendidikan dengan adanya
saling kerja sama diantara seluruh subsistemnya. Apabila salah satu dari
variabel kurikulum tidak berfungsi dengan baik maka sistem kurikulum akan
berjalan kurang baik dan maksimal.[1]
Sabtu, 23 Juni 2012
Hasil pembahasan observasi di SMA tugas Perkembangan Peserta Didik
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidik merupakan
faktor penentu dalam menentukan keberhasilan peserta didik menangkap, mencerna,
serta memahami suatu materi. Pendidik yang berkualitas akan menjadikan peserta
didiknya mengalami peningkatan kemampuan berfikir dan peningkatan kognitifnya.
Saat memberikan pelajaran kepada peserta didik, pendidik perlu menentukan suatu
metode yang sesuai bagi peserta didiknya. Suatu metode pembelajaran dapat
dipilih berdasarkan materi yang akan disampaikan, situasi dan kondisi peserta
didik, serta sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah tersebut. perlu
diketahui, dari sekian banyak metode pembelajaran yang ada, tidak ada satupun
yang benar-benar cocok dengan materi tersebut, namun pendidik dapat memilih
salah satu metode atau berbagai metode pembelajaran yang kiranya akan sesuai
dengan peserta didik, menurut materi yang akan disampaikan pula. Beragam metode
dapat digunakan dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran sains kimia yang
akan dibahas di bab selanjutnya. Metode pembelajaran yang akan dibahas ini
mengacu pada materi kelas dua di Sebuah SMA, situasi dan kondisi peserta didik,
serta sarana dan prasarana di Sebuah SMA.
B.
Rumusan
Masalah
1. Metode
apakah yang sesuai dengan pelajaran Sains khususnya kimia di Sebuah SMA?
C.
Tujuan
Penulisan
1. Untuk
mengetahui metode apakah yang sesuai dengan pelajaran Sains khususnya Kimia di Sebuah
SMA.
BAB
II
PEMBAHASAN
Pada
observasi di Sebuah SMA, pendidik yang diwawancarai adalah guru kimia, yang
mengajar di kelas sebelas. Oleh karena itu, pada pembahasan ini akan dibahas
tentang metode yang sesuai dengan pelajaran kimia materi di kelas sebelas.
Metode
pembelajaran pada observasi ini kurang dibahas secara terperinci pada tiap-tiap
bab materinya. Namun pada umumnya metode pembelajaran yang diberikan peserta
didik adalah metode ceramah. Pendidik tidak memilih metode lain karena menurut
pendidik tersebut, metode lain tidak sesuai dengan situasi dan kondisi peserta
didik, walaupun sarana dan prasarana di sekolah tersebut sudah memenuhi.
Metode
ceramah adalah metode yang paling umum digunakan oleh pendidik dari dulu,
hingga sekarang. Walaupun sudah banyak metode-metode baru yang diterapkan
pendidik, metode ini tetap dianggap paling sesuai dengan pembelajaran terutama
pada materi yang perlu menanamkan konsep.
Metode
ceramah menurut beberapa ahli memiliki berbagai karakteristik yang akhirnya
mengakibatkan adanya beberapa kelebihan dan kekurangan. Menurut Erman Suherman,
metode ceramah merupakan metode mengajar yang paling banyak digunakan, hal ini
mungkin dianggap oleh guru sebagai metode mengajar yang paling mudah
dilaksanakan. Kalau bahan pelajaran dikuasai dan sudah ditentukan urutan
penyampaiannya, guru tinggal menyajikannya di depan kelas. Siswa-siswa
memperhatikan guru berbicara, mencoba menangkap apa isinya dan membuat catatan.
Sedangkan menurut Nana Sudjana ceramah adalah
penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini tidak senantiasa jelek bila
penggunaannya dipersiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media, serta
memperhatikan batas-batas penggunaannya.
Kekurangan dan kelebihan metode ceramah
yang dikemukakan oleh Erman Suherman :
A. Kelebihan
Metode Ceramah
1. Dapat
menampung kelas besar, tiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk
mendengarkan, dan karenanya biaya yang diperlukan menjadi relatif lebih murah.
2. Konsep yang
disajikan secara hirarki akan memberikan fasilitas belajar kepada siswa.
3. Guru dapat
memberi tekanan terhadap hal-hal yang penting hingga waktu dan energi dapat
digunakan sebaik mungkin.
4. Kekurangan
atau tidak adanya buku pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak menghambat
terlaksananya pelajaran dengan ceramah.
B. Kekurangan
Metode Ceramah
1. Pelajaran
berjalan membosankan dan siswa-siswa menjadi pasif, karena tidak berkesempatan
untuk menemukan sendiri oleh konsep yang diajarkan. Siswa hanya aktif membuat
catatan saja.
2. Kepadatan
konsep-konsep yang diberikan dapat berakibat siswa tidak mampu menguasai bahan
yang diajarkan.
3. Pengetahuan
yang diperoleh melaui ceramah lebih cepat terlupakan.
4. Ceramah
menyebabkan belajar siswa menjadi “Belajar Menghafal” yang tidak mengakibatkan
timbulnya pengertian.
Dari
pengertian, kelebihan dan kekurangan metode ceramah diatas, metode ini memang
akan cocok digunakan pada sebagian materi kimia yang isinya tentang
konsep-konsep penting yang memang menurut peserta didik cenderung bersifat abstrak
atau sulit dianalogikan dengan kehidupan nyata. Konsep-konsep yang dianggap abstrak
ini akan sulit diterima peserta didik apabila metode yang digunakan adalah
dengan memancing kemampuan kognitif peserta didik untuk memahami sendiri
konsep. Juga dengan berbagai pertimbangan dari segi banyaknya peserta didik
dalam satu kelas di Sebuah SMA. Akan kurang efisien dengan banyaknya peserta
didik, materi yang banyak dan waktu yang tebatas.
Namun,
kekurangan-kekurangan pada metode ceramah ini juga perlu diperhatikan dan
dicari solusinya. Untuk itu, metode yang lebih sesuai adalah, dengan tidak
hanya menggunakan satu metode saja dalam semua materi pelajaran kimia kelas
duabelas. Tapi dengan mengkombinasikannya dengan metode lain, yang mengajak
peserta didik menjadi lebih aktif.
Pada
materi dimana konsep sangat ditekankan dan berisi hitungan kimia, dapat
menggunakan metode ceramah. Setelah itu, pendidik semaksimal mungkin berusaha
membuat peserta didik berlatih hitungan dengan bantuan pendidik apabila
kesulitan peserta didik kesulitan menjawab soal latihan atau disebut learning community (seluruh siswa partisipatif dalam
belajar kelompok atau individual, minds-on, hands-on, mencoba, mengerjakan).
Dengan demikian, peserta didik dapat aktif dan berusaha membangun sendiri
konsep-konsep yang lebih mendalam. Konsep awalnyalah yang bersifat pasif, tapi
saat mencoba mengerjakan soal, maka peserta didik akan lebih mendalami dan
memahami materi yang sedang dipelajari.
Learning community merupakan bagian dari model pembelajaran
kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL). Pembelajaran
kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka,
negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life
modeling), sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan,
motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret, dan suasana
menjadi kondusif – nyaman dan menyenangkan. Prinsip pembelajaran kontekstual
adalah aktivitas siswa, siswa melakukan dan mengalami, tidak hanya menonton dan
mencatat, dan pengembangan kemampuan sosialisasi.
Pada materi kimia yang membahas tentang banyak konsep saja dan
tidak berisi hitungan, ada dua sifat yaitu materi kimia yang bersifat konkret
dan abstrak. Materi kimia yang bersifat konkret contohnya adalah koloid pada
bab terakhir kimia kelas sebelas yang sangat berhubungan erat dengan kehidupan
sehari-hari. Sedangkan materi kimia yang bersifat contohnya struktur atom,
sistem periodik dan ikatan kimia yang menjadi bab I kimia kelas sebelas.
Pada materi kimia yang bersifat konkret atau biasa ditemukan di kehidupan
sehari-hari, metode yang sesuai yaitu dengan penggunaan metode praktikum,
karena mengingat mudahnya menemukan bahan-bahan materi dari kehidupan
sehari-hari, dengan praktikum, materi yang banyak berisi hafalan, akan mudah
diingat dan dipahami peserta didik.
Metode praktikum adalah metode yang akan mengembangkan
keterampilan psikomotik, kognitif dan afektif. Peserta didik akan mencoba
mengamati percobaan yang dilakukan, mengasah keterampilan dalam menggunakan
alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum, menafsirkan dan meramalkan hasil
data percobaan, menerapkan konsep yang telah dipelajari sebelum praktikum,
merencanakan apa yang akan dilakukan dalam percobaan, mengkomunikasikan hasil
praktikum dengan pendidik, apakah telah sesuai atau belum sesuai dengan konsep
dan menganalisis kenapa terjadi kesalahan (apabila terjadi), dan mengajukan
pertanyaan-petanyaan tentang percobaan. Sebelum praktikum, hendaknya diadakan
dulu pre-test, selain untuk mengetahui kesiapan peserta didik, memancing
peserta didik belajar sebelum praktikum, juga memberi gambaran kepada pendidik,
tentang apa saja yang belum diketahui peserta didik sehingga cukup memberi tahu
materi yang belum diketahui peserta didik. Kemudian setelah praktikum hendaknya
peserta didik meberikan hasil praktikum, apa saja yang didapatkan dalam
praktikum, dan menganalisa kesesuaian dengan teori, namun karena tahapnya masih
sekolah menengah atas, bantuan pendidik dalam memancing peserta didik diperlukan
agar peserta didik mampu menganalisa percobaan dengan teori.
Pada kenyataannya, praktikum yang efisien, pemberian pre-test, dan
pembuatan hasil praktikum sulit untuk dilaksanakan sepenuhnya.
Kendala-kendalanya berupa peserta didik yang kurang memahami materi sebelum
praktikum, sehingga hasil pre-testnya kurang baik, praktikum yang kurang
efisien karena keterbatasan alat dan bahan, serta kesulitan peserta didik
menganalisa hasil praktikum. Di Sebuah SMA, kondisi perbaikan laboraturium
menyebabkan sulitnya mengatur jadwal praktikum dimana ada banyak kelas disana
dan laboraturium kimia, fisika dan biologi yang dijadikan satu sehingga harus
mengatur jadwal dengan seksama.
Refleksinya, keaktifan pendidik dalam mempersiapkan metode
praktikum benar-benar matang. Dari pihak sekolah hendaknya segera memperbaiki
sarana dan prasarana laboraturium sehingga dapat memperlancar kegiatan belajar
mengajar melalui metode ini. praktikum ini akan membuat peserta didik lebih
memahami dan mudah mengingat materi yang banyak apabila kegiatan praktikum
dapat terlaksana dengan baik.
Pada materi kimia yang bersifat abstrak, yang akan sulit dipahami
logika dengan metode praktikum, karena materinya bersifat micro atau tidak
dapat diamati secara kasat mata, metode yang sesuai yaitu dengan metode jigsaw.
Dengan metode bukan ceramah akan membuat peserta didik tidak mengalami
kebosanan dan pasif. Metode jigsaw membuat peserta didik aktif berusaha
memahami materi yang diberikan. Metode jigsaw yaitu metode dimana pertama-tama
peserta didik diberikan pengarahan tentang metode yang akan digunakan dalam
pembelajaran tersebut.
Tahapan pertama metode ini yaitu dengan memberitahukan tentang
materi apa saja yang akan digunakan dalam pembelajaran ini, materi ini telah
dibagi-bagi menjadi beberapa bagian. Membuat kelompok secara heterogen, contohnya
dalam satu kelas ada 40 peserta didik. 40 peserta didik ini dibagi menjadi dua,
jadi ada 20 peseta didik dalam tiap bagian. 20 peserta didik ini kemudian
dikelompokkan menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok ada 5 orang. Ini
sesuai dengan peserta didik di Sebuah SMA yang heterogen. Dalam satu kelompok
ini terdapat peserta didik yang pintar, sedang dan kurang pintar, atau
heterogen. Kelompok ini disebut dengan kelompok asal. Kemudian pendidik
memberikan bahan ajar tersebut yang telah dibagi menjadi 5 bagian yang berbeda
tiap bagiannya. Bagian tersebut dibagikan kepada satu per satu anggota
kelompok. bagian pertama akan berkumpul dengan anggota kelompok lain yang
mendapat bagian pertama, dan seterusnya. Kelompok ini disebut dengan kelompok ahli.
Dengan bagian yang sama, peserta didik ini berdiskusi untuk mengerti secara
keseluruhan dan mendalam pada bagian mereka, apabila ada yang kurang dimengerti
ditanyakan kepada pendidiknya. Kemudian setelah bagian tersebut dikupas tuntas
dalam kelompok ahli, kembali ke kelompok asal dan melaksanakan tutorial kepada
anggota kelompok asal yang lain. Seletah semua bagian telah disampaikan dan
peserta didik memahami bagian materi yang lain, memberikan kesimpulan, pendidik
memberi evaluasi apabila ada kesalahan konsep atau mengkonfirmasi materi yang
disampaikan. Tahap terakhir adalah refleksi, pendidik memberikan semacam poin
kepada peserta didik atas kinerja keaktifan dan faktor-fakktor lain.
Metode jigsaw memacu siswa untuk aktif, inovatif, memotivasi
peserta didik untuk berusaha memahami materi, belajar berbicara, mentransfer
materi yang dimengerti kepada orang lain, memahami dan kritis terhadap materi
yang diberikan teman, tidak membosankan, menuntut kerjasama dan penyelesaian
masalah dalam kelompok sesama bahan materi.
Peserta didik yang terbiasa dengan metode ceramah, akan semangat
dan termotivasi belajar dengan metode yang berganti ini. Kelemahan metode ini
adalah waktu yang digunakan lama untuk proses diskusi, penyampaian materi para
ahli, pembatan kesimpulan, evaluasi dan refleksi. Rentetan tahapan ini
membutuhkan waktu lebih, namun materi akan lebih teringat oleh peserta didik
karena yang menyampaikan adalah temannya sendiri. Teman sendiri akan
menimbulkan kesan tersendiri bagi peserta didik.
Untuk menyiasati waktu yang kurang efisien ini, indikator yang
dipelajari dalam pembelajaran ini ditambah. Contohnya, dua bab digabung menjadi
satu, pada bab 5 larutan asam basa dan bab 6 stoikiometri larutan dan titrasi
asam-basa digabung menjadi satu paket metode pembelajaran jigsaw ini.
Model penilaian yang menonjol pada metode pembelajaran ceramah
dipadukan model Learning Community dalam CTL adalah penilaian kognitif. Pada
metode praktikum yaitu penilaian psikomotorik, dan pada metode jigsaw yaitu
penilaian afektifnya.
BAB
III
PENUTUP
A.
SIMPULAN
Simpulan dari
metode pembelajaran yang sesuai dengan berbagai faktor yang ada adalah :
1. Metode
pembelajaran ceramah dan model Learning community dalam CTL sesuai dengan
pelajaran yang berisi konsep-konsep dan hitungan kimia.
2. Metode
pembelajaran Praktikum sesuai dengan pelajaran kimia yang berisi konsep tanpa
hitungan dan materinya bersifat konkret.
3. Metode
pembelajaran Jigsaw sesuai dengan pelajaran kimia yang berisis konsep tanpa
hitungan dan materinya bersifat abstrak.
4. Tidak
ada metode pembelajaran yang benar-benar cocok dengan suatu bab materi.
5. Model
penilaian yang menonjol pada metode pembelajaran ceramah dipadukan model
Learning Community dalam CTL adalah penilaian kognitif. Pada metode praktikum
yaitu penilaian psikomotorik, dan pada metode jigsaw yaitu penilaian
afektifnya.
B.
SARAN
Semua metode
pembelajaran akan sulit berhasil bekerja dengan maksimal apabila pendidik
sendiri kurang mempersiapkan metode dengan baik. Kesungguhan dari pendidik akan
tanggungjawab mengajar peserta didik adalah suatu awal agar metode ini dapat
berhasil. Semua metode ini juga dipengaruhi oleh sikap pendidik dalam
menerapkan metode ini, pendidik yang mampu memberi motivasi tinggi,
berkepribadian baik, dan dapat menjadi teladan akan dapat menarik minat peserta
didik untuk belajar dan mengikuti segala prosedur pembelajaran yang ada. Minat
peserta didik yang tinggi, kesenangan peserta didik terhadap materi, serta
kemauan untuk mempelajari ilmu kimia juga mempengaruhi proses pembelajaran.
Intinya, peran peserta didik dan pendidik sama besarnya dalam mewujudkan metode
pembelajaran yang baik dan sukses.
Selasa, 22 Mei 2012
Dampak Penggunaan Phenoxyethanol dan Asam Ethylenediaminetetraacetic terhadap Tubuh dalam Bidang Kosmetik
KARYA TULIS
Dampak Penggunaan Phenoxyethanol
dan Asam Ethylenediaminetetraacetic terhadap Tubuh dalam Bidang Kosmetik
Disusun
untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Oleh :
Diana Muslichatun
K3311020
Pend.
Kimia A
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Penggunaan
produk kosmetik semakin luas dan bahkan menjadi kebutuhan bagi setiap manusia,
terutama kaum wanita. Pemakaian produk kosmetik berperan penting dalam usaha
untuk merawat, membersihkan, menambah daya tarik, dan mengubah penampilan
seseorang. Dengan semakin pesatnya perkembangan produk kosmetik dan demi menjaga
kualitas produknya, perlu adanya pengawasan dan penelitian mutu yang sesuai
dengan peraturan dan persyaratan tertentu.
Masyarakat
umum biasanya tidak begitu memperhatikan bahan-bahan yang digunakan untuk
membuat kosmetik yang tertera pada produk kosmetik tersebut. Biasanya, mereka memilih
produk kosmetik hanya karena iklannya yang menarik atau kepopuleran produk itu.
Padahal, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kosmetik sangatlah penting
untuk dipahami dan dimengerti demi menjaga kenyamanan kulit kita dalam menerima
produk-produk tersebut. Banyak produk terkenal yang menggunakan bahan-bahan kimia
yang sebenarnya membahayakan. Melalui karya tulis ini, penulis berharap agar pembaca
dapat mengetahui beberapa bahan berbahaya yang sering digunakan pada produk
kosmetik dan pada akhirnya lebih berhati-hati dalam memilih produk kosmetik. Di
antara bahan-bahan yang perlu dikaji dalam karya tulis ini adalah Phenoxyethanol dan Asam ethylenediaminetetraacetic. Penulis akan menguraikan dampak
penggunaan Phenoxyethanol dan Asam ethylenediaminetetraacetic bagi
tubuh dalam bidang kosmetik. Berikut ini akan penulis bahas juga tentang
perbandingan penggunaan kedua bahan tersebut pada bidang lainnya.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimanakah
dampak penggunaan Phenoxyethanol pada
tubuh dalam bidang kosmetik?
2. Bagaimanakah
dampak penggunaan Asam Ethylenediamine-tetraacetic
pada tubuh dalam bidang kosmetik?
C.
Tujuan
Penulisan
1. Dapat
mendiskripsikan dampak penggunaan Phenoxyethanol
pada tubuh dalam bidang kosmetik.
2. Dapat
mendiskripsikan dampak penggunaan Asam
Ethylene-diaminetetraacetic pada tubuh dalam bidang kosmetik.
D.
Manfaat
Penulisan
1. Memberikan
wawasan pengetahuan tentang dampak penggunaan Phenoxyethanol pada tubuh dalam bidang kosmetik.
2. Memberikan
wawasan pengetahuan tentang dampak penggunaan Asam Ethylenediaminetetraacetic pada tubuh dalam bidang kosmetik.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Phenoxyethanol

Phenoxyethanol adalah
alkohol eter aromatik. Dari bahan ini mulai keluarlah yang disebut fenol, suatu
bubuk kristal putih yang beracun yang diciptakan dari benzena (karsinogen) dan kemudian diperlakukan dengan etilen oksida dan alkali.
Pengawet Phenoxyethanol-eter glikol ini biasanya berasal dari sumber alami
seperti tar batubara. FDA melaporkan bahwa produk ini dapat memperlambat sistem
saraf pusat. Selain itu, bahan tersebut juga dapat mengiritasi kulit dan mata.
Phenoxyethanol dalam nama kimia dikenal sebagai fenil eter etilena glikol
atau etilen glikol eter monophenyl. Phenoxyethanol merupakan senyawa teretoksilasi
yang mungkin terkontaminasi dengan racun karsinogenik 1,4 dioxane.
Menurut Journal of Hygiene Industri dan Toksikologi, phenoxyethanol
mempengaruhi otak dan sistem saraf pada hewan pada dosis moderat. Pada tahun
1990 Journal of American College of Toxicology melaporkan bahwa phenoxyethanol
juga bertindak sebagai disruptor endokrin yang dapat menyebabkan kerusakan pada
kandung kemih dan edema paru akut pada hewan. Awal tahun 1980-an studi juga
menunjukkan bahwa phenoxyethanol dapat menyebabkan mutasi DNA. Perlu dingat sekali
lagi, hanya pada hewan.
Phenoxyethanol adalah iritasi ilmiah terbukti pada kulit manusia dan mata
(iritasi kulit perbandingan objektif dan sensorik) dari pengawet kosmetik dan dalam
Uni Eropa diklasifikasikan sebagai gangguan. Di Jepang, penggunaan Phenoxyethanol
juga dibatasi.
Meskipun ada penelitian tersebut, penggunaan phenoxyethanol pada
konsentrasi hingga 1% di Amerika Serikat masih dianggap sangat aman. Material
Safety produk Data Sheet (MSDS) mengatakan bahwa phenoxyethanol memang akan berbahaya
jika tertelan, terhirup, atau diserap melalui kulit. Jika hal itu sampai
terjadi, akibat yang muncul adalah kerusakan reproduksi. MSDS mengacu pada
konsentrasi 100%. Semakin rendah dosisnya, semakin lebih aman. Dalam bidang kosmetik,
dalam batas konsentrasi 0,5% sampai 1% masih berada dalam tataran rasa aman.
Phenoxyethanol keluar sebagai fenol dan asetaldehida, kemudian
asetaldehida mengkonversi ke asetat. Fenol dapat menonaktifkan mekanisme respon
utama sistem kekebalan. Studi inhalasi menunjukkan bahwa penggunaan
phenoxyethanol sebagai anti-bakteri dalam vaksin dapat menyebabkan iritasi mata, kulit, dan saluran
pernafasan.
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian
binatang yang ditemukan phenoxyethanol menjadi racun reproduksi. Studi ini
menemukan hal yang menjadi penyebab dermatitis kontak (kulit alergen). Phenoxyethanol
itulah yang menjadi racun reproduksi. Hal ini menegaskan bahwa phenoxyethanol sebagai toksin ovarium tidak
hanya bagi hewan asli terkena bahan itu, tetapi memang telah terbukti akan mempengaruhi
perkembangan keturunannya.
Mengkaji dari beberapa penelitian tersebut, phenoxyethanol merupakan zat
berbahaya yang sebaiknya dihindari. Namun, hasil penelitian di Amerika Serikat
dinyatakan bahwa penggunaan phenoxyethanol sebagai bahan kosmetik dalam
konsentrasi 0,5 sampai dengan 1,0% masih
menunjukkan rasa aman. Penggunaan phenoxyethanol dengan konsentrasi yang relatif
masih sedikit ini tentu tidak menunjukkan dampak yang begitu terlihat pada
tubuh manusia. Namun demikian, tetap diperlukan kehati-hatian dalam menggunakan
bahan ini. Hindari penggunaan di daerah sekitar mata karena bisa jadi produk
ini menyebabkan iritasi pada mata.
Phenoxyethanol pada penggunaannya dalam bidang kosmetik bertujuan sebagai
pengawet anti-bakteri dan anti-oksidan dalam kosmetik. Penggunaan minyak
esensial dan vitamin yang banyak dapat menjadi upaya yang lebih aman sebagai
pengawet anti-bakteri dan anti-oksidan dalam kosmetik.
Dalam bidang lainnya, bahan ini sangat tidak dianjurkan karena efek yang
sangat serius ketika menggunakannya.
B.
Asam Ethylenediaminetetraacetic
Asam ethylenediaminetetraacetic yang dikenal sebagai EDTA, adalah garam
kimia yang digunakan untuk memisahkan logam berat dari pewarna dan zat lainnya.
Salah satu bentuk yang dikenal sebagai kalsium dinatrium EDTA, muncul dalam
makanan dan produk kosmetik untuk mencegah udara tidak diinginkan masuk ke
dalam struktur molekul produk.
Kalsium dinatrium EDTA digunakan dalam pengobatan alternatif, baik sebagai
agen pengkelat untuk menghilangkan logam berat dari tubuh maupun untuk
menghilangkan plak dari arteri. Karena kalsium dinatrium EDTA merupakan racun
bagi manusia dalam jumlah tinggi ketika akan menggunakan harus selalu
berkonsultasi dengan dokter.
Sebuah karya tulis yang terbit dalam edisi Mei-Juni 2006 oleh Zhiwen Yuan
dan Jeanne, Ilmu Teknik Lingkungan dinyatakan bahwa terdapat rincian bagaimana
EDTA rusak di lingkungan menjadi asam etilendiaminatriacetic dan
diketopiperazine. Diketopiperazine ini merupakan polutan organik yang
persisten, mirip dengan polychlorinated biphenyls (PCB) dan dichlorodiphenyl
trikloroetan (DDT).
Kalsium dinatrium EDTA disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA)
untuk digunakan dalam terapi khelasi, yang menghilangkan logam berat dari tubuh.
Akan tetapi, khelasi EDTA dengan kalsium dinatrium ini kandungan vitaminnya
sangat rendah. Untuk itu, perlu diberikan booster vitamin. Efek samping dari
penggunaan kalsium dinatrium EDTA adalah terjadinya reaksi alergi, gula darah
sangat rendah, tingkat kalsium darah, gagal ginjal dan kejang. Menurut FDA, terdapat
11 pasien meninggal dari penggunaan kalsium dinatrium EDTA antara 1971 dan
2007.
Pada penggunaan kalsium dinatrium EDTA sebagai obat,
ketika bereaksi dengan seftriakson dapat menimbulkan dampak yang cukup serius.
Ceftriaxone adalah antibiotik sefalosporin digunakan untuk mengobati infeksi
bakteri. Ketika dikombinasikan, ceftriaxone bereaksi dengan kalsium dinatrium
EDTA untuk memproduksi kristal kalsium dalam paru-paru dan ginjal, yang dapat
mengancam kehidupan. Dinatrium EDTA kalsium juga dapat mengakibatkan tubuh
menyerap seftriakson lebih dari yang seharusnya, yang mengurangi efektivitas dari
antibiotik pada bakteri menghancurkan.
Penelitian lain (Lanigan, 2002) menemukan bahwa kedua paparan dermal untuk
EDTA yaitu sitotoksik dan genotoksik dalam formulasi kosmetik dan paparan
inhalasi ke EDTA dalam formulasi kosmetik aerosol akan menghasilkan tingkat
pemaparan di bawah mereka terlihat menjadi racun dalam studi dosis oral.
Mengkaji dari penelitian-penelitian yang terdapat di atas, EDTA memang
dapat menghilangkan logam berat, dalam penggunaannya di bidang kosmetik tidak
menunjukkan dampak negatif yang begitu serius. Dalam bidang kosmetik,
penggunaan EDTA terbukti dapat mencegah udara dari memanjakan mereka dengan
memperkenalkan oksigen yang tidak diinginkan ke dalam struktur molekul produk.
Hal ini sangat baik, akan tetapi perlu diketahui pada bidang lain, penggunaan
EDTA seperti pada terapi dan obat dapat menimbulkan dampak yang sangat
merugikan. EDTA yang dapat mengikat logam berat ini, berarti mampu mengikat
radikal bebas dan kotoran, sehingga kulit lebih terhindar dari kedua masalah
tersebut.
BAB III
SIMPULAN DAN
SARAN
A. KESIMPULAN
Dari uraian dalam pembahasan pada Bab II, dapat
disimpulkan sebagai berikut:
1. Phenoxyethanol
merupakan bahan kimia yang dapat membahayakan, baik iritasi mata, iritasi
kulit, dan menekan saraf. Akan tetapi, jika dalam penggunaan pada bidang
kosmetik masih dalam konsentrasi 0,5 sampai dengan 1%, masih dianggap aman,
tidak membahayakan bagi tubuh manusia.
2. Penggunaan
asam EDTA tidak membahayakan, bahkan dapat menyerap radikal bebas sehingga
kulit justru terlindungi.
B.
SARAN
1. Penggunaan
phenoxyethanol hendaknya dilakukan dengan kehati-hatian agar tidak terjadi
kerusakan pada kulit tubuh kita.
2. Penggunaan
phenoxyethanol sebaiknya tidak pada sekitar wilayah mata untuk meminimalisir
terjadinya iritasi mata.
3. Bagi wanita
yang terbiasa menggunakan kosmetik, sebaiknya menggunakan bahan asam EDTA,
terlebih lagi pada lingkungan perkotaan karena asam EDTA dapat menyerap radikal
bebas dan melindungi kulit menjadi tetap sehat.
Langganan:
Postingan (Atom)


